Senin, 15 Oktober 2012

KETERKAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Keterkaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain.

A. MANUSIA

Manusia dialam dunia ini memegang peranan yang unik. Dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam mahluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu social manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia mrupakan mahluk social yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologis), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), manusia merupakan mahluk dua dimensi yaitu disatu sisi manusia membutuhkan kehidupan duniawi dan disisi lain manusia membutuhkan kehidupan akhrawi, dan lain sebagainya.
Ada 2 pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
a. Jasad          : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan memenpati ruang dan waktu.
b. Hayat         :mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
c. Ruh             : bimbingan dan pimpinan Tuhan dan yang bekerja secara spiritual dan memahami nkebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d. Nafsu         :dalam pengertian yaitu diri dan keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu:
a. Id                 :yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan ibido murni, atau energi psikis yang menunjukan cirri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara ingstingstual menentuk proses-proses ketidaksadaran (unconscious)
b. Ego              :merupakan bagian dari struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena perannya dalam menghubungkan energi Id kedalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c. Superego   :merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Disbanding dengan Id dan ego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan-kesatuan standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunay otoritas didalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari padangan-pandangan orang tua.

B. HAKEKAT MANUSIA
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat di dalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas sari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mngalami kehancuran. Jiwa adalah roh didalam tubuh sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b. Mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptana dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Adanya nialai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran,, keindahan, kbaikan dan sebaliknya. Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan manusia. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rahani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui panca indera, tingkatnya tingkatnya rendah dan terdapat pada manusiatau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapt pada manusia , misalnya:
• Perasaan intelekyual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengtahuan.
• Perasaan eatetis, yaitu perasan yang berkenaan dengan keindahan
• Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan
• Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain
• Perasaan social, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasayarakat.
• Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan.
c. Mahluk biokultural, mahluk hayati yang budayawi
Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anataomi, fisiologi atau fal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnyadan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi : kemasayarakatan , kekerabatan , psikologi social, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.
d. Mahluk ciiptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat kerena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren Kienkegaard seorang filsuf denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” mamandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk lamiah yang terikat dengan lingkunganna(ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hokum alamiah pula.

C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Francis L. K Hsu, sarjana amerika ketiruna cina ang mengkombinasikan dalam dirinya keahliandi dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan . ilmu psokologi memang berasal dan timbul dalam masayarakat barat dimana konsep individu mengambil tempat ayang sangat penting , biasnya mennganalisa jiwa manusia dengan terlampau banyak menekan kepada pembatasan konsep sebagai kesatuan analisis tersendiri
Berikut bagan psiko sosiogram
• 7. tak sadar
• 6. subsadar
• 5. kesadaran yang tak dinyataka
• 4. kesadaran yang dinyatakan
• 3. lingkungan hubungan karib
• 2. lingkungan hubungan berguna
• 1. lingkungan hubungan jauh
• 0. dunia luar


D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Dua oaring antropolog terkemuka yaitu Mleville J. Herkovits dan Broinslaw Malinowski mengemukakan bahwa cultural Determism berarti segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dmiliki masayarakat itu. Herkovits mamandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata atau sansekerta beasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal . Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colore ang berarti mengolah tanah, secara umum kebudaaan adalah segala sesuatu yang dihasillkan oleh akal budi (pikiran) manusia dngan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya: atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannyya. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari , mengacu pada pola-pola perilaku yang ditilarkan secara social tertentu(Keesing jilid I, 1989; hal 68)
Seorang antropolog yaitu:
 E. B. Taylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adlah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum adapt istiadat dan kmampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan ileh manusia sebagai anggota masayarakat.
Selo Sumarjan dan Soeleman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya , rasa dan cipta masyarakat.
Sultan takdir Alisyahbana , kebudaaan adalah manifestasi dari cara berpikir
Koentjaraningrat  mengatakan bahwa kebudayaan antara lain brati keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan blajar besrta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
A.L Krober dan C.Kluckon  mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kjerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
C.A. Van Perusen  mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
Kreober dan Klukhon  mendefinisikan kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, prasan dan reaksi ang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari klompok-kelompok manusia , temasuk di dalamnya perwujudan benda-benda meteri, pusat esensi kebudaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan teutama keterikatan tehadap nilai-nilai.
Secara praktis bahwa klebudayaan merupakan system nilai dan gagasan utama(Viatal)

E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
C. Kluckhon didalam karyana berjudul Universal Categoris of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu
1. Sistem religi (system kepercayaan)
Merupakan prodek manusia sebagai homo religious. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Maha besar. Karena itu manusia takut, sehingga menyembahnya dan lahirlah keepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. SIstem organisasi kemasayarakatan
Merupakan produk manusia sebagai homo socius.
3. Sistem pengetahuan
Merupakan produk manussia sebagai homo sapiens
4. system mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi.
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadi tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5. Sistem tehnologi dan peralatan .
Merupakan produk manusia sebagai homo faber
6. Bahasa
Merupakan produk manusia sebagai homo langues
7. Kesenian
Merupakan produk manusia sebagai homo aesteticus
Masalah lain yang juga penting tentang kebudayaan adalah wujudnya. Pendapat umum mrngatakan bahwa kebudayaan dapat dibedakan dalam dua bentuk wujudnya .
1. kebudayaan bendaniah (material) denag cirri dapat dirasa saja.
2. kebudayaan rihaniah (spiritual) dengan cirri dapat dirasa saja.

F. WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimesi wujudnya, kebudayan mempunya tiga wujud yaitu:
1. Kompleks gagasan, konsep, dn pikiran manusia
Wujud ini sisebut system budaya yang sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masayarakat dimana kebudaaan bersangkutan hidup.
2. Kompleks aktivitas
Berupa aktivitas manusia yang berinterkasi, bersift konkrit, dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini disebut system social system social ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi
3. Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudaaan dalam bentuk fisik yang konkrit bias juga disebut kebudaaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.

G. ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai. Menurut C. Kluckhon dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1. hakekat hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern;p ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik, “mengisi hidup”
2. Hakekat karya manusia
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberiakn kedudukan dan kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3. Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda ; ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan masa kini ayau masa yang akan dating.
4. Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pulakebudayaan yang beranggapan manusia harus harmmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam
5. Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertical (orientasi kepada tokoh-tokoh) ada pula yang berpandangan individualis (menilai tinggi kkuatan sendiri)

H. PERUBAHAN KEBUDAYAN
Masyarakat dan kebudaan dimanapunn selau dalam keadaan berubah, sekalipun masayarakat dan kebudayaan primitive yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masayarakat lainnya
Tidak ada kebudayan yang statis, semua kebudayan mempunya dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudaaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya.
Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masayarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dankomposisi dan penduduk.
2. Sebab-sebab perubahan perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masayarakatnya yang hidupnya tebuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengam masyarakat dan kebudayaan lain. Cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan social dan perubahan kebudayaan berbeda. Dalam peubahan social terjadi perubahan struktur social dan pola-pola hubungan social, antara lain, system politik dan kekuasaan, persebaran penduduk system status, hubungan-hubungan di dalam keluarga.
Dibawah ini tedapat beberapa factor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
1. Terbatasnya masyarakat memiki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masayarakat tesebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini tejalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada.Maka penerimaan unsur baru itu mengalamin hambatan dan harus disensor dulu oleh barbagai ukuran yang bberrlandaskan ajaran agama yang berlaku.
3. corak struktur social masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya system otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kbudayaan ang menjadi landasan bagi diterimanya unsure kebudayaan yang beru tersebut.
5. apabila unsure yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh wqarga masarakat yang bersangkutan.

I. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara sederhana hubungan antar manusia dan kebudayaan adalah: manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesedrhana itu hubungan keduanya?
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu-kesatuan . manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusi agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu-kesatuan.
Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manisia dengan peraturan-peratuaran kemasayarakatan . pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia. Setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan , karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam suatu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemampuan manusia yang membuatnya. .
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan mesayarakat dinyatakan sebagai dialektis. Maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dielektis initercipta melalui tiga tahap yaitu:
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenatan buatan manusia.
2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyrakat menjadi realitas objektif, yaitu suatu kenaan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat denagn segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masayarkatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk ileh masayarakat.
Apabila manusia melupakan masyarakatnya adalahb ciptaan manusia, dia akan menjadi terasing atau tealinasi (Berger, dlam terjemahan M. Sastrapratedja, 1991; hal : xv).

Kesimpulan     :
          Jadi dapat disimpulkan bahwa manusia dengan kebudayaan saling ada keterkaitan satu sama lain. Secara sederhana hubungan antar manusia dan kebudayaan adalah: manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dengan demikian,bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan , karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam suatu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemampuan manusia yang membuatnya. .

Sumber :
Muchji, Achmad dan Widyo Nugroho, Seri Diklat Kuliah, MKDU: Ilmu Budaya Dasar, Gunadrma, Jakarta, 1996.
bunyamingunadarma.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar